Assalamu 'alaikum Wr. Wb
Dengan rahmat Allah SWT dan sebagai bentuk keterbukaan informasi Pengadilan Agama Klaten telah resmi meluncurkan website dengan alamat : www.pa-klaten.go.id untuk memenuhi surat Keputusan dari Ketua Mahkamah Agung Nomor : 144/KMA/SK/VIII/2007 tanggal 28 Agustus 2007 tentang keterbukaan informasi di Pengadilan di lingkungan Mahkamah Agung RI .Semoga bermanfaat dan berguna bagi semua pengguna dan pengakses tentang keterbukaan informasi website kami
Wassalamu 'alaikum Wr. Wb

BERITA 1

Print

UPACARA PERDANA HARI LAHIR PANCASILA

Written by admin pa klaten. Posted in Berita

lpancasila1

Kamis tanggal 01 Juni 2017, untuk pertama kalinya upacara di gelar di Pengadilan Agama Klaten untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 24 tahun 2016 tentang ditetapkannya bahwa tanggal 01 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila, tanggal 01 Juni merupakan hari libur nasional, dan pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 01 Juni.

Print

Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Pengadilan Agama Klaten

Written by admin pa klaten. Posted in Berita

bukber1

Pada Hari Rabu, 31 Mei 2017 yang bertepatan dengan Tanggal 5 Ramadhan 1438 Hijriah, di Pengadilan Agama Klaten diadakan satu acara yang bertajuk “Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Pengadilan Agama Klaten” dalam acara tersebut tidak hanya dihadiri para pegawai berserta keluarganya saja, tapi juga diundang pula mantan pegawai PA.Klaten yang telah purna tugas serta beberapa tokoh agama di Kota Klaten. Acara yang dimulai dari pukul 16:15 itu terdiri dari berbagai rangkain acara yang telah di persiapkan oleh panitia yaitu Dzikir Bersama, Tausi’ah, Buka Puasa Bersama, Sholat Maghrib serta Tarawih Berjamaah.

Print

MENGUBUR ARUS INTOLERANSI

Written by admin pa klaten. Posted in Berita

 

BHINEKA

(Menjaga Kebhinekaan dalan Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia)

Oleh : Drs. Agus Yunih, S.H., M.H.I

Secara historis, setidaknya ada dua peristiwa besar yang dapat menjadi landasan bagi kebhinekaan Indonesia, yaitu “Sumpah Palapa” (Gajah Mada) dan “Sumpah Pemuda” (1928). Esensi dari keduanya adalah semangat persatuaan dalam kebhinekaan yang kemudian ditegaskan lagi dalam Dasar Negara Republik Indonesia, yaitu Pancasila.

Membangun kebhinekaan dan toletansi beragama tidak semudah membalik telapak tangan, itu semua harus dibangun dan diusahakan. Pada dasarnya penerimaan akan keberagaman tidak cukup sebatas peristiwa historis yang mengakui keberagaman tetapi itu semua harus dibangun melalui kebiasaan (latihan) oleh bangsa ini, karena sikap intoleransi dalam berbagai dimensi, seperti agama, suku ras, etnis secara subjektif telah terbangun oleh pemahaman yang subjektif oleh doktrin budaya dan agama masing-masing.