banner pa klaten

on . Hits: 290

IMPLEMENTASI AKREDITASI PENJAMINAN MUTU

DALAM RANGKA REFORMASI BIROKRASI PERADILAN AGAMA SE JAWA TENGAH

 

WhatsApp Image 2019 02 22 at 08.46.37

Mengawali sambutannya, Ketua PTA Semarang dihadapan Pimpinan dan Tim APM Satker se Jawa Tengah yang diselenggarakan di “Hotel Grasia” pada hari Kamis tanggal 22 Maret 2019, menyampaikan pokok-pokok pikiran tentang tugas dan tanggung jawaab Pengadilan Agama untuk membangun trust (kepercayaan) dari masyarakat pencari keadilan terhadap lembaga peradilan, adalah sebagai berikut:

Pertama, agar meningkatkan pelaksanaan Akreditasi Penjaminan Mutu karena hasil sidak Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia ke salah satu PTA dan beberapa PA ditemukan hal-hal yang kurang baik dan tidak sesuai dengan hasil penilaian akreditasi selama ini. Untuk itu, agar semua satker di Jawa Tengah memberikan perhatian terhadap semua itu;

Kedua, SIPP kita berada di zona merah, apapun alasannya, kita harus memperbaiki semua itu agar paling tidak kita beradada di zona kuning, apalagi kalau hijau. Semua kita lakukan demi tercapainya visi dan misi Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Ketiga, kita harus punya komitmen untuk melaksanakan segala program prioritas yang telah dicanangkan dirjen badilag dan Mahkamah Agung Republik Indonesia; 

Menyinggung tentang Sertifikasi Akreditasi Penjaminan Mutu (SAPM) narasumber Zulfikar Purba dalam acara tersebut memaparkan perbedaan prinsip dari Sertifikasi Penjaminan Mutu menjadi Akreditasi Penjaminan Mutu (APM), selain nomenklaturnya berubah, apa saja yang berubah?

WhatsApp Image 2019 02 22 at 11.27.18

Pertama, ruang lingkup. Kita tahu, cakupan SAPM meliputi lima bidang atau bab, yaitu Administrasi Manajemen, Administrasi Kepaniteraan, Adminstrasi Kesekretariatan, Administrasi Sarana-Prasarana dan Administrasi Program Prioritas.

Sementara itu, cakupan APM meliputi tujuh area atau kategori, yaitu Kepemimpinan (Leadership), Fokus ke Pelanggan (Customer Focus), Pengelolaan Proses (Process Management), Perencanaan Strategis (Strategic Planning), Pengelolaan Sumberdaya (Resources Management), Sistem Dokumen (Document System) dan Pencapaian Kinerja (Performance Result).

Kedua, taksonomi. Baik SAPM maupun APM menggunakan taksonomi dengan empat tingkatan. Bedanya, taksonomi SAPM adalah Bab, Standar, Poin Penilaian dan Eviden. Sementara itu, taksonomi APM adalah Kategori, Objek, Kriteria dan Eviden.

Ketiga, gradasi skor. Baik SAPM maupun APM menggunakan tiga gradasi dalam pemberian skor: maksimum, medium dan minimum. Bedanya, SAPM menggunakan angka 10 (maks), 5 (med) dan 0 (min). Sementara itu, APM menggunakan huruf A (maks), B (med) dan C (min).

Keempat, struktur dan susunan Tim. Ada persamaan dan perbedaan. Persamaannya, baik dalam Tim SAPM maupun Tim APM terdapat unsur Top Management, Ketua Tim, Sekretaris dan Asesor Internal. Perbedaannya, dalam Tim APM tidak ada unsur Penanggungjawab Bidang (Pj), namun menghendaki adanya dua unsur baru, yaitu Tim SKM dan Pengendali Dokumen.

Perbedaan lainnya terletak pada tata kerja. Dalam Tim SAPM, Asesor Internal dan Sekretaris Tim dihubungkan dengan garis koordinasi, sedangkan dalam Tim APM dihubungkan dengan garis komando.

Kelima, irisan. Secara umum, ada banyak titik temu dan irisan antara SAPM dan APM, mulai dari Manual Mutu hingga pencanangan Zona Integritas. Meski demikian, ada hal-hal tertentu yang ada di SAPM tapi tidak ada di APM dan sebaliknya ada hal-hal tertentu yang ada di APM tapi tidak ada di SAPM. Hal-hal tertentu yang ada di SAPM tapi tidak ada di APM misalnya pemetaan stakeholders dan analisis SWOT. Sedangkan hal-hal tertentu yang ada di APM tapi tidak ada di SAPM misalnya budaya kerja 5R dan 3S.

Keenam, detail. Secara umum, sasaran penilaian dalam SAPM lebih banyak dan lebih detail ketimbang dalam APM, sementara itu, dalam APM, pada area Fokus ke Pelanggan (Customer Focus) dengan objek Kasubbag Perencanaan, TI dan Pelaporan, terdapat kriteria Standarisasi Website. Adapun yang menjadi evidence hanyalah konten situs pengadilan yang sesuai dengan SK Dirjen Badilag, tanpa di-detail-kan lebih lanjut.

Ketujuh, fokus. Kalau kita cermati, SAPM lebih fokus ke layanan atau output, sedangkan APM lebih fokus ke orang atau jabatan.

Peserta dari PA Klaten terdiri dari , Dr. Agus Yunih, S.H., M.H.I. , Dra. Hj. Ismiyati, S.H., M.H. , Dra. Hj. Sri Sangadatun, SH., M.H., Drs. Ahmad Wahib, S.H., M.H. dan Drs. Aziz Nur Eva  serta Sri Supini;

Demikian, dan sesi pertama berakhir pada jam 11.30 WIB.

Bersama ini kami sampaikan tautan untuk mengunduh Materi Rapat koordinasi Implementasi APM 22 Februari 2019

Materi 1 : Download

Materi 2 : Download

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Klaten

Jl. K. H. Samanhudi No. 9 Klaten, Jawa Tengah

 

Telp/Fax: (0272) - 321513/(0272) - 321513 ext 12

Website : www.pa-klaten.go.id

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it./This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

maps1 Lokasi Kantor

Tautan Aplikasi